Jumat, 17 Agustus 2018

MEMPERJUANGKAN ATAU DIPERJUANGKAN?


Ketika kita mencintai seseorang, cintailah dia sewajarnya. Ketika kita memperjuangkan seseorang, perjuangkan lah dia semestinya. Karena cinta yang indah ialah cinta yang sama-sama berjuang dalam kesederhanaan yang apa adanya. Cinta itu hadir untuk saling melengkapi bukan untuk berjuang sendiri. Ketika banyak orang yang bilang tidak ada perjuangan yang mengkhianati hasil, lalu apa kabarnya dengan perjuangan yang tiada akhir, apakah itu yang dinamakan adil?

Cintailah dia yang rela berjuang demi kita, pertahankanlah dia yang bisa menerima kekurangan kita, karena tidak semua orang bisa melakukannya melainkan hanya mereka yang sanggup untuk setia dan mampu bertahan disaat keadaan tak lagi terjaga. Jangan pernah sia-siakan mereka,  karena suatu saat entah itu cepat ataupun lambat kamupun akan menyadari dan berkata"darimu aku tahu betapa berartinya diperjuangkan oleh orang yang kita sia-siakan".

Hingga suatu saat rasa kehilangan pun akan datang bersamaan dengan datangnya sebuah kerinduan. Tidak masalah jika rasa kehilangan dan kerinduan tersebut datang disaat dia masih memiliki rasa cinta dan rasa ingin memilikimu, tapi bagaimana  jika rasa kehilangan dan rindu itu datang disaat dia benar-benar ingin pergi?

Karena adakalanya dia harus pergi bukan karena kalah ataupun menyerah melainkan karena dia sadar tidak ada gunanya lagi terus menerus berjuang demi orang yang cintanya sudah pudar.

Jadi hargailah perasaannya karena kau tak tahu begitu sulit nya ia mempertahankan perasaan disaat tinggal harapan yang membuatnya terus berjuang. Jangan sampai kamu merasa menyesal jika seandainya nanti ada hal yang berubah, Dia yang dulu sangat mencintaimu dan mau melakukan apa saja, kini mulai tak peduli denganmu. Karena hal yang paling sakit ialah ketika Kamu tidak  pernah menjadi bagian dari prioritasnya meski dia selalu menjadi bagian dari prioritasmu.

Pada intinya tak perlu mempersulit suatu hubungan, hanya saja kita yang harus bijak dalam menyikapinya. Karena hidup itu merupakan sebuah pilihan jadi dalam hal ini kita harus pandai memilih ikut berjuang dengan orang yang sayang kita atau berjuang untuk orang yang kita sayang. Hidup itu terlalu singkat jika hanya terus memperjuangkan orang yang tidak mau memperjuangkan kita, jadilah orang yang tau diri agar tidak mudah tersakiti.

Sebelumnya saya minta maaf jika ada salah kata ataupun penulisan, karena saya baru belajar heheheh,,😂😂

Senin, 02 April 2018

UJIAN PRAKTEK

1. Berita terupdate hari ini

HEADLINE: Prabowo Colek Ahok hingga Kudeta, Cek Ombak Sebelum Pilpres?

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto melontarkan sejumlah ucapan kontroversial beberapa hari ini. Belum hilang soal omongan Indonesia akan bubar di 2030, mantan Danjen Kopassus itu mengeluarkan statemen keras lainnya.
Prabowo menyebut 80 persen kekayaan negara hanya dikuasai satu persen golongan. Dia mengatakan, setelah sekian lama merdeka, bangsa Indonesia tidak menikmati kekayaannya.Tak cukup, Prabowo juga mengaku menyesal tidak melakukan kudeta pada 1998 dulu. "Terus terang saja, dalam hati nyesel juga kenapa dulu tidak kudeta, lihat negara kayak begini sekarang," ujar Prabowo.
Terakhir, di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra di Depok, Prabowo mengaku terang-terangan menyesal mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2012Dulu saya tunjuk Ahok. Saya salah, saya minta maaf," kata Prabowo, Minggu 1 April 2018.
Dia mengatakan, tidak ada alasan lain mengusung Ahok di Pilkada DKI, kecuali ingin menunjukkan perwujudan Pancasila. "Hanya ingin menunjukkan Pancasila. Itu maksud saya," kata dia.
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, apa yang dilakukan Prabowo Subianto adalah hal wajar mengingat saat ini sudah masuk tahun politik.
"Tapi apakah itu efektif? Menurut saya malah jadi bumerang buat dia," ujar Yunarto saat dihubungi Liputan6.com, Senin 2 April 2018.
Yunarto menyatakan, Prabowo belakangan ini lebih banyak menempatkan dirinya sebagai kritikus besar tanpa solusi.
"Ini seperti langkah putus asa Prabowo. Seharusnya seorang oposisi bisa mengambil sikap ketika ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang sifatnya kontroversial," ujar dia.
Prabowo, lanjut dia, seharusnya bisa mengambil sikap lebih jelas kemudian masuk sebagai penawar solusi. "Sayangnya posisi itu malah lebih banyak diambil SBY. Kita lihat SBY lebih berani berbicara isu-isu sifatnya spesifik, bahkan berani keliling safari politik. Itu jauh lebih efektif," ujar dia.
Yunarto menyatakan, Prabowo seperti berhenti di level kritikus. Orang hanya melihat dia sebagai kritikus besar, bukan negarawan apalagi pemberi solusi. Padahal ketika orang ingin berbicara mengenai insentif electoral yang dicari masyarakat adalah pemberi solusi.
"Itu yang tidak dimanfaatkan Prabowo. Seperti Amien Rais jadi seorang kritikus. Seperti itu saja," ujarnya.Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan, kritik yang dilontarkan Prabowo Subianto kepada pemerintah tidak bermaksud mencari perhatian rakyat. Menurut dia, sikap itu sejak dulu sudah ada pada diri Prabowo.
"Dari dulu Pak Prabowo Subianto ngomong selalu begitu. Saya kira sejak kenal Pak Prabowo hampir 30 tahun lalu, ya kayak begitu sikapnya, ya nasionalis dan konsisten," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 2 April 2018.
Fadli menjelaskan, Prabowo sudah terlalu lama diam dan membiarkan pemerintah bekerja. Karena itu kini waktunya bagi Prabowo untuk menyampaikan fakta sebenarnya di Indonesia.
"Ya karena memang sudah waktunya, karena selama 3,5 tahun lebih Pak Prabowo diam memberikan kesempatan kepada pemerintah bekerja. Tidak ada sedikit pun komentar-komentar miring," ungkap dia.
"Sekarang saya kira sudah waktunya untuk sampaikan apa adanya, demi kemaslahatan umat bangsa rakyat, seluruh masyarakat lah," imbuh Fadli.
Menurut Fadli apa apa yang disampaikan Prabowo sebagai bagian dari cek ombak sebelum maju Pilpres 2019.
"Kenapa harus ragu. Sekarang ini toh Pak Prabowo termasuk dua besar  sebagai pesaing Pak Jokowi dalam hal pencalonan presiden. Insyaallah kami tetap yakin," ujar dia.
Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menambahkan, kritikan Prabowo merupakan bentuk penegasan bahwa dia berbeda dengan elite politik saat ini.
"Pak Prabowo ingin menggambarkan, saya Prabowo Subianto konsisten bela rakyat kalau saya berkuasa akan mengedepankan kepentingan rakyat berbeda dengan elite sekarang," ujar Andre, Senin 2 April 2018.
Andre menegaskan tidak ada nama lain dari Gerindra yang akan maju pilpres. Prabowo, menurutnya tidak akan bisa dihentikan oleh apapun untuk menjadi capres di 2019.
"Insya Allah maju, yang menghentikan pak Prabowo itu ajal. Jadi Gerindra tidak punya opsi lain selain Prabowo jadi masyarakat tak ragu prabowo mau dukung siapa. Fix dukung Prabowo Subianto tidak ada nama lain," kata Andre.
Andre mengatakan Prabowo bersuara lantang agar para elite tersebut mendengar perkataannya. Menurutnya, Prabowo mengharapkan ke depannya para elite tersebut bisa berubah pikiran.
"Inti pernyataan Prabowo agar warning elite revisi kebijakan mereka proasing, prokonglomerat," kata dia.

Cek Ombak






Peneliti dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro melihat fenomena ini sebagai cara Prabowo untuk 'cek ombak'. Prabowo disebut ingin merekonfirmasi dukungan oleh partai dan masyarakat pendukungnya.
"Masih testing water, menurut saya ini Pak Prabowo merekonfirmasi dukungan internal," ujar Zuhro, Minggu 1 April 2018.
Prabowo tak kunjung deklarasi, menurut Zuhro, tengah menghitung kombinasi dukungan. Apakah itu ke internal, publik ataupun ke partai yang akan berkoalisi. Dia masih menimbang apa akan maju, atau malah mengusung calon lain, misalnya Gatot.
"Dia kombinasi ke internal partai dan dengan apa kata publik dan menghitungkan peran partai koalisi apa kehendaknya. Memang tidak mudah bukan hal yang ringan mengerucutkan," kata Zuhro.
Menurut Zuhro, hal inilah yang sangat membedakan iklim politik 2014 dan 2019. Saat ini, partai-partai yang akan berkoalisi tengah melakukan hitungan matang. Tidak seperti yang lalu, partai setelah menyatakan koalisi, langsung menetapkan siapa-siapa yang akan maju.
"Politik masih cair, ini yang membedakan 2014 dengan 2019, 2014 ketika partai bergabung tidak makan waktu lama untuk menentukan pasangan," kata dia.
Sementara itu, pengamat politik dari CSIS Arya Fernandes menyatakan, Prabowo mengalami tagnasi elektoral dalam tiga tahun terakhir. Keterpilihan Prabowo hanya berada di angka 20-25 persen.
"Kalau ini tidak segera diatasi akan susah menghadapi Jokowi. Prabowo butuh isu-isu kuat yang tidak biasa untuk bisa meningkatkan atau memperbaiki ini," ujar Arya saat kepada Liputan6.com, Senin 2 April 2018.
Arya menilai apa yang dilakukan Prabowo adalah strategi agar publik membicarakannya.
"Jadi orang membincangkan prabowo. Publik kembali ingat prabowo. Itu tujuannya tentu untuk mendapatkan atensi," jelasnya.
Pihaknya tidak bisa memastikan apakah statemen Prabowo tersebut merupakan blunder politik.
"Menguntungkan atau tidak belum bisa kita ukur. Harus ada survei. Kita belum tau perasaan publik, jangan-jangan apa yang disampaikan Prabowo itu sampai ke pemilih," kata dia.
Yang jelas, kata Arya, apa pernyataan Prabowo merupakan recall bagi pemilih lamanya yang loyal dan tidak suka dengan calon petahana.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan, apa yang dilakukan Prabowo bukan bentuk cek ombak jelang maju pilpres 2019.
"Beliau ingin jujur dan lugas menjelaskan kondisi bangsa saat ini," ujar Mardani kepada Liputan6.com, Senin 2 April 2018.
Menurutnya, sejumlah ucapan Prabowo ditujukan agar publik sadar bahwa ada yang salah di negeri ini.
2 dari 3 halaman

Stategi Politik 2019?






Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai pernyataan Prabowo Subianto soal perekonomian Indonesia ‎tidak membawa kesejahteraan rakyat.
Menurut Airlangga, pernyataan Prabowo berbanding terbalik dengan fakta yang ada saat ini.
"Kalau kita lihat perekonomian Indonesia naik tingkat ke 16 di dunia, itu kan dalam tanda petik, progres," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 April 2018.
Airlangga berpendapat bahwa tren positif terus terlihat di sektor ekonomi. Meskipun, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata di atas 5 persen.
"‎Kemudian, dari rating agency semua positif, artinya dari segi neraca, segi pertumbuhan ekonomi, segi employment trennya positif," ucap Airlangga.
Airlangga juga mempertanyakan pernyataan Prabowo yang menyinggung adanya elite yang menipu masyarakat.
"Tanya lagi masalahnya dimana? ‎Ya namanya orang mau kampanye, apa juga di pakai," kata Airlangga.
Sementara itu, Wasekjen PPP Ahmad Baidowi atau Awiek meminta Prabowo Subianto membuka sosok elite yang bodoh, bermental maling dan mengesampingkan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, jika Prabowo tidak menyebutkan oknum elite yang dimaksud justru akan memicu kegaduhan di publik.
"Sebut saja oknumnya baru clear ketika disebut oknumnya ayo kita hajar ramai-ramai atau kita awasi bareng-bareng," kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 2 April 2017.
Tudingan Prabowo itu, kata Awiek, akan membuat banyak pihak saling curiga. Sebab, dia menyebut kubu oposisi di DPR pun termasuk elite.
"Karena dengan begitu bisa jadi di pemerintahan atau di luar koalisi pemerintahan karena enggak disebutkan misalkan teman-teman yang mengatasnamakan dirinya oposisi kan bagian dari elite ngeri ini di DPR," terangnya.
Baidowi menilai tudingan Prabowo itu hanya bagian dari strategi politik jelang Pemilu 2019.
Strategi ini dipakai, kata Awiek, karena melihat elektabilitas Prabowo yang seringkali kalah dari Jokowi menurut hasil survei sejumlah lembaga.
"Itu bagian dari strategi teman-teman Gerindra dan Pak Prabowo yang tahu sendiri bisa jadi itu menjadi bagian," kata dia.


2. Cita-cita setelah lulus SMA 
Cita-cita saya setelah saya lulus SMA ialah ingin melanjutkan sekolah keperguruan tinggi terutama negeri,saya ingin  bersekolah sambil bekerja karena jika saya sekolah sambil bekerja otomatis biaya kuliah saya tidak akan semua dari orang tua sehingga tidak membebani orang tua.tujuan saya melanjutkan sekolah ialah ingin membahagiakan kedua orang tua saya dengan cita-cita yang saya kejar agar dapat membantu perekonamian keluarga menjadi jauh lebih baik.



3.  Kelebihan ujian nasinasi berbasis komputer (UNBK) 
Kelebihan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

1.Lebih menghemat anggaran
Seperti yang kita ketahui pelaksanaan ujian nasional secara manual membutuhkan biaya yang tidak sedikit, penggunaan anggaran tersebut mulai dari percetakan soal ujian nasional, pendistribusian ujian nasional yang membutuhkan dana yang lumayan besar. Dengan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer notabene membuat anggaran yang selama ini digunakan untuk mencetak soal dan distribusi soal bisa dialihkan dan dimaksimalkan disektor pendidikan lain Seperti pengadaan beasiswa, kelengkapan sarana dan prasarana.

2. Keterlambatan soal UN bisa diminalisir
Belajar dari kejadian sebelumnya dalam pelaksanaan UN terkadang terjadi keterlambatan berkas soal UN yang menyebabkan jadwal ujian harus diundur. Daerah yang riskan mengalami masalah tersebut adalah daerah yang ada di pedalaman yang sulit untuk diakses. Namun jika menerapkan UNBK maka kejadian seperi itu akan sangat kecil bisa terjadi karena soal bisa diakses secara online.

3. Meminimalisir kecurangan saat ujian
Kecurangan yang kadang dilakukan saat ujian oleh sebagian siswa adalah kebiasaan mencontek pekerjaan temannya. Dengan penerapan sistem ujian nasional berbasis komputer membuat hal tersebut sulit untuk dilakukan karena menurut informasi soal ujian nasional diacak, jadi antara satu komputer dengan komputer yang lain soal pada nomor yang sama berbeda. Hal ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi peserta ujian nasional untuk belajar karena mereka tidak bisa lagi berharap banyak kepada teman-temannya namun dia harus mengandalkan kemampuannya sendiri.

4. Lebih memudahkan siswa
Dalam segi kemudahan bisa dikatakan ujian nasional berbasis komputer lebih memudahkan siswa ketimbang ujian nasional secara manual/konvensional. Kemudahan tersebut seperti siswa tidak repot lagi mengisi biodata menggunakan pensil yang harus dilakukan dengan ketelitian dan kesabaran, selain itu potensi kerusakan lembar jawaban dengan menggunakan pensil sudah tidak menjadi persoalan lagi karena jika menggunakan komputer siswa hanya menggunakan mouse sebagai navigasi untuk memilih jawaban benar.

5. Hasil ujian bisa diketahui dengan cepat
Tidak seperti ujian nasional secara manual yang membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui hasil ujian. Ujian nasional berbasis komputer justru sebaliknya, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil ujian terbilang hanya sebentar karena menerapkan jaringan internet yang terkoneksi dengan server pusat jadi tidak seperti ujian manual yang mesti mengirim berkas ujian dulu ke pusat untuk diperiksa.

Senin, 26 Februari 2018

Nama : Ulfiaturohmah

Kelas : XI Ips 2

TTL : Garut,07 November 2001

Hobi : Membaca Novel

Sekolah : SMAN 13 GARUT

Alamat : Kp.cianten,Des.Cigawir,Kecamatan.Selaawi,Kab.Garut